Pesan Kamar Mewah di Alam Barzah.. Sekarang Juga..!

Januari 26th, 2010 by frianda

Kematian adalah hal yang paling dekat dengan kita. Tak perlu menunggu tahun 2012, atau menunggu ketika fly over pasopati runtuh, kematian mungkin saja dating minggu depan, sebelum transkrip nilai uas keluar, atau mungkin esok pagi, sebelum kita sempat melihat mentari terbit, atau bahkan mungkin saat ini malaikat izroil sedang bersiap-siap menyapa di samping kita, hingga kita tak sempat membaca postingan ini sampai tuntas.
Yang jelas, mau tidak mau, kematian pasti akan datang.

Masalahnya, ketika kematian itu datang, apa yang akan terjadi? Mungkin kita sering berpikir, ketika takziyah ke rumah teman, atau ketika menyaksikan pemakan gusdur di TV, bahwa kematian, dilayat, dan dibaringkan di kubur itu hanya milik orang lain. Tapi, ada saat ketika giliran kita tiba. ketika kematian itu datang, kita dilayat, dan kita dibaringkan di dalam kubur, sesaat setalah lubang kubur kita ditutup, pelayat pergi meninggalkan kita, kita tak hanya akan ditemani oleh cacing, sepi, dan gelap, yang sangat sumpek, tapi akan ada 2 malaikat yg selalu bertanya, Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabi dan rasulmu? Merke akan terus bertanya, dan menyiksa, saat kita atk bsia menjawabnya. Bukan 1 jam, atau dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam, seperti Sri Mulyani yang dicecar di Pansus DPR, bukan sesingkat itu, malaikat akan terus bertanya kepad kita hingga kiamat tiba. Tak peduli, kita menderita, bercucur darah, dan air mata nanah.

Tak mungkin ada contekan, yg bisa kita baca. Tak ada pencerahan, walaupun semua jawabannya sudah kita hapalkan dari sekarang. Tak ada, semua takkan ada. Mutlak, refleksi dari kelakuan, akhlaq, dan tingkah laku kita yajng akan terucap di bibir kita, ketika Munkar dan Nakir menginterogasi kita.

Tapi ternyata, kita bisa menadpat perlakuan khusus dari mereka. Lebih khusus dari yang didaptkan Ayin dari Sipir Pondok Bambu, denagn fasilitas yg lebih mewah dari sekedar ruang karaoke, AC, TV, atau treatment kecantikan. Tentux bukan dgn suapan. Munkar dan Nakir bukanlah jaksa Urip. Mereka kebal suapan.

Tapi kata pak Aam, Allah SWT menjanjikan, akan ada cahaya yang terang, yang akans elalu menerangi kita saat kita sepi, saat kita menderita, saat kita kegelapan dan sengsara di alam barzakh, yaitu ayat Al-Quran yang slalu kita baca. Ya, ayat yang kita baca saat ini, akan menjadi cajhaya bagi kita di alam Barzakh.

Lebih jauh, Ust Yusuf Mansyur mengungkapkan, bahwa salah satu cara ktia terhindar dari malapetaka, siksa alam barzakh ialah dgn menghapal surat Al-Mulk. Karena Allah akan mengharmkan kta, yang hapal surat Al-Mulk, mendapat siksa Alam Barzakh. Kita memang pantas untuk mendapat siksa itu,atas derap langkah kita yang snantiasa bermaksiat, atas hati kita yang jarang menignta Allah, atas pandangan yang jarang dijaga, mulut yang salalu diumbar, atau ghubah yang menjadi hobi. Tapi Allah dgn segala KeMahaPenyayangan-Nya menjamin kita bebas dari sikas itu ketika hapal surat ke-67 itu. Subhanallah.
Bahkan, Ust Hervy Firdaus LC mengungkapkan bahwa Al-Quran akan menjadi sahabat, bukan hanya ketika di alam barzakh tapi ketika kita dibangkitkan dari kubur, ketika smua orang bingung di tengah situsasiyg tak bisa terbayangkan, Al-Quran akan datang dalam wqujjud manusia, ia akan datang menajdi sahabt, menjadi penyelamat di tengah kegalauan super dahsyat dan mengatakan bahwa ia akan mengantar ktia dari saat itu sampai bertemu Allah SWT.
Subhanallah, ingin hidup enak kelak? Bebas siksa di alam barzakh? Bebas siksa akhirat? Aman saat di alam barzakh? Ayo, kita menjadi sahabat Al-Quran. Wallahu alam.

Pikiran itu Berbahaya..!!

Januari 14th, 2010 by frianda

Hmm… ini postingan pertama saya nih. Masih canggung dan bingung. Mau nulis apa ya…??

Jadi inget sama sebuah kisah yang pernah saya baca dari sebuah buku, Berpikir dan Berjiwa Besar. Bukunya kecil, harganya pun murah.

Diceritakan bahwa, Ada berita besar yang amat menghebohkan, dulu di paman sam. Seseorang mati beku di dalam lemari es. Kita tau kan, di luar negeri, kayak di film Jacky Chan, ada kulkas yang gede2, biasanya untuk nyimpen daging atau mayat-mayat. Nah, ternyata ada kisah nyata, orang mati beku karena kekurung di dalam situ. Mayatnya ditemukan beberapa hari setelah ia terkurung. Ia mati mirip orang yang beku.

Sekilas gak aneh sih ya! Wajar kan mati beku, kedinginan, dalam kulkas besar.

Tapi yang membuat berita ini menghebohkan ialah, ternyata orang tadi kekurung di dalam kulkas besar yang rusak. Iya, rusak! Katanya, sudah seminggu sebelum ia terkurung, kabel-kabel kulkas itu terputus. Pokoknya rusaklah, jadi di dalam situ hawanya gak dingin sama sekali.

Tapi orang ini terbukti tewas.. Tewas dgn gejala yg mirip orang membeku. Darahnya, dagingnya, matanya, mirip orang beku. Tapi lemarinya gak dingin. Hmm…. Kenapa ia mati?

Ternyata, orang ini dibunuh… Dibunuh oleh pikirannya sendiri.

Ya, ketika terkurung ia mungkin berpikir bahwa hawanya sangat dingin, walaupun hawa disana sama sekali tidak dingin . Ia berpikir, Makin lama makin dingin. Dingin sekali… Hingga satu persatu organ tubuhnya membeku. Ia terus berpikir, Makin lama bertambah beku.. Ahh… jadilah, ia  mayat yg ditemukan membeku.

Wah.. parahh ya, pemikiran ternhyata bisa berakibat seperti itu. Hmm.. Makannya, hati-hati ya sama pemikiran kita sendiri. Ia bisa menjadi sahabat yg mengirim kesuksesan pada kita, tapi juga bisa menjadi musuh yg selalu mengancam kita.